Untuk laki-laki baik yang menemaniku selama ini. Yang selalu menyimpan tulisan-tulisan sedih yang kubuat setiap hari, yang kadang membuatmu bertanya sebenarnya apa yang kurasa.

Terima kasih karena mempercayakan ceritamu padaku.

Aku yang seringkali membuatmu kesal hampir setiap hari, aku dengan semua sikapku yang mungkin sulit kamu mengerti. Maaf jika aku terlalu sering merajuk, tapi kamu selalu berhasil membujuk.

Kalau rindu sedang datang, tak jarang aku menjadi sangat kekanak-kanakan dan menyebalkan. Kadang aku hanya tak tahu dengan cara apa menaklukan rindu yang datangnya keterlaluan.

Terima kasih untuk perhatian yang menenangkan.

Aku mengerti kita tak selalu baik-baik saja, sering berselisih paham pada hal-hal yang sebenarnya tak perlu diperdebatkan. Tapi tak pernah lama, karena kamu selalu dan selalu punya cara membuatku kembali tertawa seperti biasanya.

Sungguh, aku tak ingin kehilangan kamu. Sebab aku tak tahu jika saat itu datang, apa yang terjadi padaku.

Semoga kamu selalu baik-baik saja di sana. Biar segala sesuatunya berjalan sebagaimana mestinya.

Kali ini bukan tulisan tentang patah hati. Ini tentang kamu, aku dan caraku berterima kasih karena kamu bersedia menyabariku hingga hari ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s